DAMAILAH NEGERIKU........ SEJAHTERALAH BANGSAKU........ JAYALAH INDONESIAKU

Kamis, 09 Agustus 2012

Perspektif Kemerdekaan


PERSPEKTIF KEMERDEKAAN


Bismillahirrahmanirrohim, dengan Rahmat Tuhan YME sebentar lagi kita akan mencapai 67 tahun kemerdekaan. Usia yang sudah tidak terbilang muda lagi, tapi juga bukan usia yang tua bagi suatu bangsa yang berdaulat.
Perjuangan para pendahulu kita telah membawa perubahan yang sangat besar, dengan tetes darah, keringat dan air mata, mereka mencurahkan segala tenaga demi kemerdekaan bangsa ini. Tak ada pamrih dalam diri mereka saat berjuang, hanya tujuan untuk membuat anak cucu mereka terbebas dari belenggu penjajahan lah yang melandasi semangat juang kala itu.
Cita cita luhur pendahulu kita begitu murni dan mulia, begitu tulus dan mempunyai tujuan yang luhur. “….dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia, telah sampailah kepada saat yang berbahagia, dengan selamat, sentausa mengantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia, yang MERDEKA, BERSATU, BERDAULAT, ADIL DAN MAKMUR……”
Kini diusia ke-67 tahun kemerdekaan yang telah kita raih, apakah tujuan para pendahulu kita untuk memerdekakan bangsa ini agar MERDEKA, BERSATU, BERDAULAT, ADIL DAN MAKMUR telah tercapai? Sebuah tuntutan yang simple namun sulit terlaksana.
MERDEKA, telah terjadi distorsi arti kemerdekaan itu sendiri. Kemerdekaan dianggap sebagai suatu kebebasan yang sebebas bebasnya tidak terkekang bahkan oleh aturan sekalipun. Era reformasi dewasa ini telah membawa suatu perubahan bagi bangsa kita, akan tetapi juga membawa dampak yang kurang baik dimana semua orang menganggap inilah jaman yang bebas, jaman yang liberal, jaman yang selalu Hak Azasi Manusia menjadi tameng. Sungguh ironis memang, kebebasan telah disalah artikan sehingga terkesan semua bias mempunyai aturan sendiri-sendiri. Semua bias mengatur dirinya maupun kelompoknya.Kebebasan yang diartikan boleh mengekspos segala sesuatu sehingga setiap persoalan selalu menjadi people justice. Pembentukan opini publiklah yang menjudge semua persoalan.
BERSATU, dalam arti dan pandangan masyarakat di era ini, adalah penggalangan kekuatan kelompok kelompok masyarakat yang seolah olah menjadi penentu keadilan, kebaikan, kebenaran serta kekuatan. Munculnya berbagai “kelompok” ini dari berbagai sisi elemen masyarakat, baik yang mengatasnamakan hukum, keadilan, agama, kaum reformis, kaum intelektual, pengamat, pemerhati, simpatisan dan lain sebagainya. Bagi mereka, hukum serta peraturan lainnya harus ditegakkan, akan tetapi di “tegakkan” sesuai pandangan dan pemahaman mereka masing masing, bukan berdasarkan peraturan perundang undangan. Sering pula pembelokan pembelokan permasalahan dengan pembentukan opini public mereka lakukan demi kepentingan segelintir orang.
BERDAULAT, tetap dan akan terus melekat dalam diri setiap anak bangsa. Setiap ada suatu persoalan yang menyangkut bangsa, hamper secara serentak di seluruh Indonesia meneriakan kedaulatan NKRI, tetap tegaknya NKRI, Persatuan, dan sebagainya. Akan tetapi disisi lain apabila tidak setuju atau merasa ada sesuatu yang kurang atau tidak sesuai keinginan, maka kata kata “merdeka”, bentuk Negara sendiri dan sebagainya akan muncul. Jadi manakah yang dinamakan NASIONALISME? Inikah Nasionalisme itu? Dimana generasi generasi muda yang mengaku penerus perjuangan bangsa masih banyak yang tidak hafal dengan lagu Indonesia Raya, tidak pernah mau menghargai pengibaran Merah Putih, tidak hafal Pancasila. Bahkan kurikilum pendidikan kita pun sekarang ini sudah seperti luntur dalam mengajarkan falsafah Pancasila.
ADIL DAN MAKMUR, kelihatannya merupakan suatu hal yang jauh dari kenyataan sekarang ini. Dimana “keadilan” dapat diperjual belikan, dan “kemakmuran” hanya milik segelintir orang. Adil dan makmur sekarang ini telah dinilai dari perspektif yang berbeda, dimana yang kuat dan yang besarlah yang mungkin bias memiliki rasa adil dan makmur itu. Orang orang yang “beruntung” lah yang mungkin hanya bias merasakan hal itu. Namun bagi sebagian besar orang lainnya, hal itu masih menjadi sebuah mimpi, masih menjadi sebuah harapan, yang Insya Allah mimpi dan harapan itu diharapkan bias terwujud. Keadaan sekarang ini seperti dalam sebuah pepatah jawa, “Wong bener thenger-thenger, Wong salah bungah-bungah, Wong apik ditampik-tampik.
Artinya :
Orang benar jadi susah, Orang salah malahan senang hidupnya, Orang baik tidak diterima  bahkan diusir.
……atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur…… harapan kita semua semoga kemerdekaan bangsa indonesia dapat menjadi tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia dalam mewujudkan kehidupan yang betul betul merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur. Ditangan tangan generasi muda penerus bangsalah cita cita ini kita genggam dan kita wujudkan. Dengan jiwa dan semangat Nasionalisme, dengan dasar Pancasila dan dengan “hati” Insya Allah semua itu akan terwujud, dan kita dapat memegang amanat para pendahulu kita yang menginginkan “TETAP TEGAKNYA NKRI” dan “TETAP BERKIBARNYA MERAH PUTIH” dalam kehidupan berbangsa yang MERDEKA, BERSATU, BERDAULAT, ADIL DAN MAKMUR.

Dirgahayu ke-67 Republik Indonesia……..Merdekaaaa!!!!!!!!!!!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar