DAMAILAH NEGERIKU........ SEJAHTERALAH BANGSAKU........ JAYALAH INDONESIAKU

Rabu, 13 Maret 2013

Renungan Hati




1.  Aja kagetan, aja gumunan dan aja dumeh

Artinya kira-kira jangan kagetan, jangan heran dan jangan mentang-mentang

2. Hormat kalawan gusti, guru, ratu lan wong atuwa karo

Hormat pada Tuhan, guru, pemerintah dan kedua orang tua

3. Sa-Sa-Sa

Atine Sabar, Saleh Pikolahe, Sareh Tumindake. Artinya kira-kira selalu sabar, selalu saleh dan taat beragama, dan selalu bersikap bijaksana.

4. Mikul dhuwur mendhem jero

Mikul dhuwur mendhem jero artinya menjunjung tinggi-tinggi, membenam dalam-dalam. Peribahasa ini mengajarkan cara anak berbakti pada orang tuanya. Seorang anak harus menjaga benar-benar nama baik orang tua, serta jasa-jasanya pada negara. Harus dijaga dan jangan sampai menodainya.

5. Sugih tanpa bandha

Pepatah ini lengkapnya berbunyi Sugih tanpa bandha, nglurug tanpa bala, digdaya tanpa aji dan menang tanpa ngasorake. Artinya kaya tanpa kekayaan, menyerbu tanpa bala tentara, kuat perkasa tanpa ajian, menang tanpa ada yang merasa dikalahkan.

Sabtu, 12 Januari 2013

Makna Hari Dharma Samudra



MAKNA HARI DHARMA SAMUDRA


     Masih banyak dari kita yang belum tahu peristiwa yang terjadi pada tanggal 15 Januari 1962, yang sampai saat ini diperingati sebagai  “HARI DHARMA SAMUDRA”. Pertempuran yang terjadi saat itu di laut Aru merupakan salah satu dari sekian banyak pertempuran yang terjadi pasca Proklamasi Kemerdekaan, yang menjadi bukti nyata bahwa perjuangan belum berakhir walaupun kemerdekaan telah di proklamirkan. Perjuangan tetap ada dalam mempertahankan serta mengisi kemerdekaan.

     Mari kita simak sejarahnya, pada hari Senin tanggal 15 Januari 1962 terjadinya sejarah peristiwa heroik di Laut Aru. Saat itu, telah terjadi pertempuran di laut antara 3 kapal perang TNl AL (saat itu masih bernama ALRI atau Angkatan Laut Republik Indonesia) dengan 3 kapal perang AL Kerajaan Belanda.
Pada peristiwa tersebut salah satu kapal perang ALRI yaitu Rl Matjan Tutul tenggelam dan mengakibatkan gugurnya Deputy I KSAL Komodor Josaphat Soedarso beserta sekitar 25 anak buah kapal (ABK) Rl Matjan Tutul. Peristiwa ini selanjutnya dikenang sebagai “Pertempuran Laut Aru”.

Pertempuran Laut Aru 15 Januari 1962
     Peristiwa “Pertempuran Laut Aru” yang terjadi 45 tahun silam merupakan dampak dan konfrontasi Indonesia – Belanda akibat sengketa Irian Barat atau yang kini kita kenal sebagai Propinsi Irian Jaya. Hal tersebut bermula dari keingkaran Pemerintah Kerajaan Belanda untuk mengembalikan Irian Barat ke pangkuan NKRI, meskipun telah disepakati dalam Perjanjian Roem-Roijen 1949. Sehingga akhirnya Indonesia kemudian mengumandangkan Tri Komando Rakjat atau disingkat Trikora yang intinya menuntut pengembalian Irian Barat melalui berbagai cara, termasuk dengan cara pengerahan kekuatan militer.
Ini berarti perseteruan Indonesia-Belanda memasuki tahapan baru yaitu dari fase diplomasi menjadi konfrontasi di segala bidang. Guna melengkapi dan memodernisasi kekuatan militernya, Indonesia “memborong” sejumlah besar peralatan tempur dari berbagai negara, antara lain Uni Soviet, Republik Fedarasi Jerman (Jerman Barat), Italia dan Yugoslavia. Salah satu jenis peralatan militer yang didatangkan untuk memperkuat Jajaran Armada ALRI adalah kapal perang jenis MTB (Motor Torpedo Boat) Klas Jaguar dari Jerman Barat. Kapal perang jenis ini memiliki kemampuan untuk menembakkan torpedo anti kapal permukaan.

     Guna melaksanakan operasi infiltrasi (penyusupan) yang bertujuan memasukkan sejumlah pasukan gerilya ke Bumi Cenderawasih tersebut, ALRI mengerahkan 4 kapal perang jenis MTB, yaitu Rl Matjan Tutul, RI Matjan Kumbang, Rl Harimau dan Rl Singa. Karena dipersiapkan untuk mengangkut pasukan, maka persenjataan utama andalan kapal perang jenis MTB ini yaitu torpedo, terpaksa “dikorbankan” alias dilucuti agar kapal memiliki ruang yang lebih besar. Hal ini berakibat fatal ketika mereka terpaksa harus berhadapan dengan kapal perang musuh.

     Dari keempat MTB tersebut, ternyata hanya 3 yang mampu bergerak hingga memasuki perairan Irian Barat, karena RI Singa mengalami kerusakan mesin. Namun di perjalanan tepatnya di posisi 4,49 derajat selatan dan 135,2 derajat timur ketiga MTB ALRI tersebut dihadang 3 kapal perang AL. Kerajaan Belanda, yaitu Destroyer Klas Province Hr.Ms. Utrecht, Fregat Hr. Ms. Evertsen dan Korvet Hr.Ms. Kortenaer.

     Sebelum dua pihak yang bermusuhan tersebut berpapasan, 2 pesawat intai maritim AL Belanda jenis Neptune dan Firefly telah lebih dahulu memergoki MTB ALRI dan selanjutnya mengirimkan berita ke kapal meraka. Akibatnya, terjadilah kontak senjata di tengah laut di Laut Aru. Menyadari bahwa kekuatan tidak seimbang, ketiga MTB ALRI bermaksud menghindar, namun ketiga musuhnya tidak membiarkan mereka lolos begitu saja. Guna melindungi dua kapal lainnya, Rl Matjan Tutul melakukan manuver bergerak maju secara lurus langsung menuju Hr.Ms Evertsen.

     Manuver ini dipandang berbahaya, karena merupakan pertanda bahwa kapal berpeluncur terpedo akan meluncurkan terpedonya. Akibatnya, KRI Matjan Tutul dihujani tembakan gencar hingga akhirnya tenggelam. Sebagian awak RI Matjan Tutul gugur dan sebagian lagi ditawan oleh Belanda. Sementara itu, dua MTB ALRI lainnya berhasil melolos-kan diri dan tiba di pangkalannya dengan selamat.

Makna Hari Darma Samudera
     Meskipun tanggal 15 Januari merupakan hari terjadinya Peristiwa Pertempuran Laut Aru, namun sesungguhnya tanggal tersebut juga mewakili sejumlah pertempuran laut lainnya yang pernah dilakukan oleh para pahlawan TNI AL. Jauh sebelum terjadinya Peristiwa Aru, beberapa pertempuran laut yang pernah terjadi antara lain Pertempuran Laut Cirebon (1947) dan Pertempuran Teluk Sibolga (1947).
Bahkan jika menarik jauh kebelakang, yaitu sejak jaman sebelum kemerdekaan Indonesia, juga pernah terjadi sejumlah pertempuran laut, seperti Pertempuran Laut Malaka (1511) antara armada Pati Unus dengan Portugis, Pertempuran Laut Sunda Kelapa (1512) antara armada Fata-hillah dengan Portugis dan banyak lagi.

     demikian dapat dikatakan bahwa tanggal 15 Januari merupakan “jiwa atau semangat” pengorbanan dari seluruh pejuang bahari yang telah berjuang mempertahankan kedaulatan negeri ini dari masa ke masa. Inilah makna sejati dari Hari Darma Samudera. Memang di era millenium yang serba modern dan canggih ini, kiranya sulit terjadi sebuah pertempuran laut sebagaimana pernah dialami di masa silam. Saat ini, dua kekuatan angkatan laut mustahil saat bertempur akan berada pada posisi saling berhadap-hadapan. Bahkan mungkin dua kekuatan saling menghancurkan dan jarak yang sangat jauh, karena menggunakan teknologi radar dan satelit.

     Ada banyak hikmah yang dapat dipetik dari berbagai pertempuran laut yang pernah terjadi di Indonesia. Hikmah tersebut tidak semata mengenai pertempuran laut dan semangat rela berkorban dari para pelaku sejarah, melainkan lebih dari itu yaitu menyangkut eksistensi dan kedaulatan sebuah negara. Tidak dapat dipungkiri, bahwa sebuah pertempuran atau insiden bersenjata dapat terjadi karena salah satu pihak melakukan pelanggaran wilayah secara ilegal atau paksa. Se-bagai contoh, bagaimana AL Korea Selatan menenggelamkan beberepa kapal selam mini dan kapal permukaan milik Korea Utara yang diduga melakukan kegiatan infiltrasi atau spionase disekitar perairan teritorial dari pantai Korea Sela-tan.
Atau bagaimana insiden senjata antara kapal patroli AL Republik Rakyat Cina dengan kapal patroli AL Filipina terjadi, di perairan Kepulauan Spratley yang diklaim sebagai wilayah masing-masing pihak. Di Indonesia sendiri, walaupun insiden senjata atau penembakan tidak terjadi, namun ketegangan sampai terjadi ketika sejumlah kapal perang dari pesawat militer AL Kerajaan Malaysia melakukan aksi pelanggaran wilayah di perairan Ambalat, Laut Sulawesi. Saat itu sejumlah kapal perang dan satuan udara TNI AL disertai pemusatan pasukan segera digelar di perairan kaya minyak tersebut.

     Tindakan tegas TNI AL ini dilandasi bahwa apa yang terjadi di Ambalat, dan mungkin juga di daerah-daerah lain, sudah menyangkut masalah bagaimana mempertahankan kedaulatan dan keutuhan NKRI. Bahkan untuk “membuktikan” kepada Malaysia akan keseriusan Indonesia dalam mempertahankan Ambalat, Presiden Rl Susilo Bambang Yudhoyono pun hadir langsung di kawasan yang hingga masih menjadi sengketa.

     Selain itu, sejumlah kapal perang TNI AL juga secara aktif mengusir dan mencegat setiap kapal Malaysia yang nekad mendekat. Sepintas tindakan tersebut memang terbukti efektif, karena kemudian Malaysia menarik mundur kapal dan pesawatnya, serta bersedia hadir di meja perundingan. Namun di balik semua itu, ada permasalahan yang akan selalu berpotensi terjadi aksi pencaplokan sebagian wilayah NKRI oleh negara-negara tetangga, yaitu masalah batas laut. Indonesia terkesan tidak serius dengan untuk menyelesaikan persoalan batas laut dengan negara tetangga.

     Bahkan lebih lanjut, Sobar Sutisna, Kepala Pusat Pemetaan Batas Wilayah Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional (Bakor-surtanal), menambahkan bahwa hal tersebut juga tidak ada suatu pressure dari pihak terkait di Indonesia (Kompas,13 Maret 2007, hal. 6).

     Ironisnya, permasalahan semacam ini tidak hanya terjadi di perairan Ambalat, namun juga di wilayah-wilayah perbatasan lainnya, seperti Selat Malaka, Selat Singapura, perairan Kepulauan Natuna dan banyak lagi.

     Sejumlah “pekerjaan rumah (PR)” menyangkut batas laut teritorial NKRI telah menanti pemerintah Indonesia dan juga TNI AL selaku kekuatan pertahanan negara di laut. Hal ini masih ditambah dengan belum diakuinya secara internasional wilayah terluar perairan Indonesia yang disebut Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI). Jika, permasalahan batas laut teritorial yang menjadi wilayah kedaulatan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, masih tetap tidak dipandang sebagai persoalan serius, maka janganlah heran jika kelak ada lagi kasus semacam sengketa Ambalat atau aneksasi.

     Bagi TNI AL, barangkali apa yang pernah diperjuangkan oleh para pejuang bahari di masa lalu dalam mempertahankan kedaulatan negerinya, dapat menjadi cerminan untuk lebih meningkatkan kemampuan dan kekuatan unsur-unsurnya agar dapat mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI. Selain itu, TNI AL juga diharapkan dapat menjadi semacam kekuatan pressure bagi pemerintah untuk lebih tegas dalam menyelesaikan permasalahan batas laut teritorial, agar tidak ada lagi wilayah NKRI yang”hilang” atau “dijarah” oleh negara lain.


JALESVEVA JAYAMAHE

JUSTRU DI LAUT KITA JAYA






Minggu, 11 November 2012

Makna Pahlawan


Makna Pahlawan di masa kini


Setiap tahun kita mengenang jasa para pahlawan. Namun terasa, mutu peringatan itu menurun dari tahun ke tahun. Kita sudah makin tidak menghayati makna hari pahlawan. Peringatan yang kita lakukan sekarang cenderung bersifat seremonial. Memang kita tidak ikut mengorbankan nyawa seperti para pejuang di Surabaya pada waktu itu.

Tugas kita saat ini adalah memberi makna baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan perkembangan zaman. Saat memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan, rakyat telah mengorbankan nyawanya. Kita wajib menundukkan kepala untuk mengenang jasa-jasa mereka. Karena itulah kita merayakan Hari Pahlawan setiap 10 November.

Akan tetapi kepahlawanan tidak hanya berhenti di sana. Dalam mengisi kemerdekaan pun kita dituntut untuk menjadi pahlawan. Bukankah arti pahlawan itu adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran? Bukankah makna pahlawan itu adalah pejuang gagah berani? Bukankah makna kepahlawanan tak lain adalah perihal sifat pahlawan seperti keberanian, keperkasaan, kerelaan berkorban, dan kekesatriaan?

Menghadapi situasi seperti sekarang kita berharap muncul banyak pahlawan dalam segala bidang kehidupan. Dalam konteks ini kita dapat mengisi makna Hari Pahlawan yang kita peringati setiap tahun pada 10 November, termasuk pada hari ini. Bangsa ini sedang membutuhkan banyak pahlawan, pahlawan untuk mewujudkan Indonesia yang damai, Indonesia yang adil dan demokratis, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Kita mencatat beberapa wilayah Indonesia masih dihantui tindakan teror. Kita membutuhkan orang yang berani untuk menangkap pelakunya. Negeri kita sedang dililit kanker korupsi yang sudah mencapai stadium terakhir. Kita membutuhkan orang-orang berani untuk memberantasnya. Seorang ilmuwan pun bisa menjadi pahlawan dalam bidangnya berkat penemuannya yang dapat menyejahterahkan orang banyak. Seorang petugas pemadam kebakaran yang tewas saat berjuang mematikan api yang sedang membakar rumah penduduk adalah pahlawan juga.

Setiap orang harus berjuang untuk menjadi pahlawan. Karena itu, hari pahlawan tidak hanya pada 10 November, tetapi berlangsung setiap hari dalam hidup kita. Setiap hari kita berjuang paling tidak menjadi pahlawan untuk diri kita sendiri dan keluarga. Artinya, kita menjadi warga yang baik dan meningkatkan prestasi dalam kehidupan masing-masing.

Memang tidak mudah untuk menjadi pahlawan. Mungkin lebih mudah bagi kita menjadi pahlawan kesiangan, yakni orang yang baru mau bekerja (berjuang) setelah peperangan (masa sulit) berakhir atau orang yang ketika masa perjuangan tidak melakukan apa-apa, tetapi setelah peperangan selesai menyatakan diri pejuang.

Hari ini kita merayakan Hari Pahlawan untuk mengenang jasa para pejuang pada masa silam. Kita bertanya pada diri sendiri apakah kita rela mengorbankan diri untuk mengembangkan diri dalam bidang kita masing-masing dan mencetak prestasi dengan cara yang adil, pantas dan wajar.

Itulah pahlawan sekarang.

Semoga ketauladanan dan ketulusan hati para pahlawan kita dalam membela tanah air, dapat menjadi inspirasi kita untuk berjuang menuju Indonesia yang lebih baik.


"Terima Kasih Pahlawanku, kami siap melanjutkan perjuanganmu"




Thema "Hari Pahlawan" 10 November 2012 :


"Semangat Kepahlawanan Untuk Indonesia Maju"

Rabu, 07 November 2012

Filsafat Jawa Dalam Motivasi Hidup

HIDUP HARUS DIPERJUANGKAN

Cita-cita terbesar dalam perjalanan hidup ini adalah menuju kesuksesan dan kebahagiaan. Untuk dapat mewujudkan cita-cita hidup dibutuhkan usaha dan pengorbanan. Hal ini sesuai dengan filsafat Jawa bahwa jer basuki mawa bea, yang artinya keberhasilan seseorang diperoleh dengan pengorbanan. Filsafat ini berarti bahwa seseorang harus berusaha dan berjuang sekuat tenaga untuk dapat meraih apa yang diimpikan. Karena cita-cita dan impian tidak mungkin datang secara tiba-tiba. Jangan sampai kita hanya adheng-adheng tetesing embun dengan menggantungkan rejeki atau cita-cita tanpa berusaha. Usaha kita hari ini adalah keberhasilan kita dikemudian hari.

Perjalanan menuju kesuksesan adalah proses yang menentukan setiap tapak langkah kita, setiap hembusan nafas, detak jantung, aliran darah dari pagi menuju petang. Semua saling melengkapi dan bergotong royong menuju titik puncak yang sama yaitu kesuksesan dan kebahagiaan. Kesuksesan tidak dengan mudah dapat kita raih secara instan. Kita harus sabar menitinya, mengikuti jejak langkahnya secara gliyak-gliyak tumindak sareh pikoleh.

Waktu juga mempunyai peranan penting dalam kesuksesan seseorang. Waktu harus dimanfaatkan sebaik mungkin dalam segala kegiatan positif. Jangan sampai kita cemas terhimpit waktu dan mempunyai pikiran untuk membunuh waktu. Karena waktu tidak akan mati. Ia akan terus mendetakkan jarum-jarumnya pada putaran yang sama, tak henti-hentinya. Waktu akan melahap ketidaksiapan kita menjalani setiap langkah kehidupan. Ibaratnya kita di dunia ini hanya mampir ngombe, sehingga kita harus dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Bersahabat dengan waktu, bukan sebagai mangsa dari waktu. Karena segala sesuatu yang sudah terjadi sulit untuk dapat dikembalikan seperti awal mulanya, dalam pepatah Jawa disebutkan bahwa beras wutah arang mulih kaya takere.

Menyikapi rahasia dalam kehidupan ini tentu tidak lepas dari usaha dan doa. Sebagai manusia yang mempunyai keimanan, tidak ada salahnya jika kita selalu mengingat kuasa dari Tuhan Yang Maha Perkasa. Setelah kita berusaha sebaik mungkin, semaksimal mungkin, semuanya kita kembalikan kepada yang telah menggariskan hidup kita. Sirami hati untuk berserah diri mengharap anugrahnya, dengan segala puji dan simpuh sujud kita. Hal ini harus kita yakini, bahwa budi dayane manungsa ora bisa ngungkuli garise Kang Kuwasa yang artinya segala usaha manusia tidak bisa mengatasi takdir Yang Maha Kuasa. Sehingga kita harus pintar-pintar mengambil hatiNya dengan rayuan yang mengagungkan namaNya penuh cinta. Dengan cinta hidup menjadi indah. Dengan ilmu hidup menjadi mudah. Dan dengan iman hidup menjadi terarah.


Pepatah Jawa tentang Ajaran Hidup:

Sugih tanpa banda, Digdaya tanpa aji,
Nglurug tanpa bala, Menang tanpa ngasorake,
Trimah miwah pasrah, suwung pamrih,
Tebih ajrih langgeng tan ono susah,
Tan ono bungah*)

Anteng manteng, sugeng Jeneng,
Durung menang yen durung wani kalah,
Durung tunggul yen durung wani asor,
Durung gede yen durung wani cilik.






Artinya:

Kaya tanpa harta, Sakti tanpa ajimat,
Menyerbu tanpa pasukan, Menang tanpa merendahkan,
Menerima dengan pasrah, Sepi dari rasa pamrih,
Jauh dari rasa takut, Selamanya tiada perasaan susah,
Tiada perasaan gembira*)

Tenang dalam menghadapi sesuatu,
Belum menang bila belum berani menghadapi kalah,
Belum unggul bila belum berani rendah,
Belum menjadi besar bila belum berani menjadi kecil.

_____________________
Ajaran hidup bahagia dari Raden Mas Panji Sosrokartono (1877-1952)
Saudara kandung RA Kartini

#dari berbagai sumber

*) tak merasa susah berlebih saat kesusahan, tak merasa gembira berlebih saat sedang gembira (pandai menjaga keseimbangan perasaan)

Rabu, 24 Oktober 2012

Kapal Berlayar menurut Al Qur'an



Kapal Berlayar menurut Al Qur'an


Sebagai negara bahari yang memiliki lautan yang cukup luas, pelayaran menggunakan kapal merupakan sarana transportasi yang cukup efektif. Lautan merupakan sumber perekonomian bangsa yang sangat potensial, oleh karena itu penekagan kedaulatan dan penegakan hukum di laut harus dilaksanakan dengan baik demi terciptanya keamanan nasional bangsa.

Berlayar dan melaksanakan tugas menjaga keamanan dan kedaulatan di laut merupakan tugas yang mulia, hal tersebut juga di tulis di dalam Al Qur'an



Berikut ayat-ayatnya:



" Tuhan-mu adalah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang terhadapmu" (Q.S. Al Israa ayat ke 66)





"Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan ni'mat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur" (Q.S. Luqman ayat ke 31)




"dan kapal-kapal yang berlayar dengan mudah".
(Q.S. Adz Dzaariyaat ayat ke 3 )


Tiga ayat tersebut di atas mewakili beberapa ayat yang menceritakan dan menjelaskan tentang berlayarnya sebuah kapal di lautan..


Ya Allah, Maha Benar Engkau dengan segala firmanMu, maka masukanlah aku ke dalam hamba-hambaMu yang pandai bersyukur dan berserah diri kepadaMu. Aamiin..

Senin, 22 Oktober 2012

UU Kamnas Dibutuhkan


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan usulan UU Kamnas pantas diapresiasi. UU Kamnas perlu didukung. Undang-undang ini diperlukan oleh Negara untuk membendung separatisme,  terorisme dan gangguan kemaanan terhadap rakyat dan Negara Indonesia. Undang-undang ini sifatnya melengkapi UU tentang keamanan yang sudah ada. UU ini mengoordinasikan sistem keamanan nasional yang terintegrasi.

Dengan adanya UU ini maka rakyat juga dilibatkan untuk menjaga dan terlibat dalam keamananan. Dewan Keamanan Nasional mewadahi unsur sipil dalam keadaan darurat atau adanya gangguan keamanan. Aparat keamanan dan pemerintah mengambil langkah yang digariskan sesuai ketentuan agar kepastian hukum atas tindakan pemerintah dan aparat keamanan dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan adanya UU ini maka  terorisme akan bisa ditumpas. Negara akan memiliki ketegasan menangkap para penganjur kekerasan dan teroris. Para calon perusuh dan teroris bisa dikenali dan diidentifikasi berdasarkan UU ini. Dengan demikian potensi terror akan bisa dicegah. Maka siapapun yang memiliki potensi dan mengarah pada kekerasan dan terorisme akan bisa dengan leluasa ditangkap oleh Negara.

Selama ini semua kekerasan dibiarkan oleh pemerintah dan masyarakat. Masyarakat pun dengan suka rela dan berfoya-foya memanfaatkan kebebasan menindas kelompok minoritas dengan dalih apapun. Dengan adanya UU itu, maka setiap gerakan yang mengarah pada instabilitas bangsa dan masyarakat bisa ditumpas dengan cepat.

Dengan UU ini maka dapat diharapkan keamanan dan ketertiban kehidupan sebagai bangsa dan Negara bisa dijaga. Rakyat akan merasakan kedamaian dan keamanan seperti pada zaman Orde Baru. Kita akan kembali menikmati keamanan dan ketertiban yang menjamin kehidupan yang nyaman. Zaman reformasi ini adalah zaman paling buruk untuk kelompok minoritas agama dan bangsa. Intoleransi dan ajakan untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara teokrasi tetap gencar secara politis.

Organisasi massa pengusung paham kekerasan, dengan UU Kamnas akan mudah diawasi dan ditumpas jika melakukan kekerasan. Karena tidak ada lagi alasan bagi mereka setelah keluarnya UU Kamnas untuk membantu aparat keamanan untuk memberangus kemaksiatan secara unilateral. Tidak ada lagi elemen masyarakat yang  bisa melakukan tindak kekerasan secara membabi buta.

Demikian pula TNI akan lebih dilibatkan dalam hal keamanan dan ketertiban jika Polri sudah tidak mampu menangani permasalahan. Badan intelejen di militer atau TNI dan BIN serta intelejen Polri secara bersama-sama terintegrasi menangani keamanan nasional. Jadi diharapkan TNI melibatkan diri untuk menangkap para pelaku teroris secara dini.

Polisi dan aparat keamanan dikorbankan dalam kondisi ketidakjelasan dan menyedihkan. Anggota polisi di Solo dan Poso telah menjadi korban tindakan terorisme ini.

Negara  harus tegas melindungi tentara dan polisi dari tindakan teroris. Dengan adanya UU Kamnas ini maka pencegahan terhadap kekerasan terhadap siapapun dapat dicegah sejak dini. Tindak tegas aksi terorisme sebelum melakukan aksi aksinya.

Sabtu, 08 September 2012

Selamat Ulang Tahun Ibu



Suatu ketika…… seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia
Menjelang diturunkan dia bertanya kepada Tuhan….. “Para malaikat disini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia…….. tetapi bagaimana cara saya hidup disana, saya begitu kecil dan lemah.” kata si bayi……
Tuhan menjawab…”Aku telah memilih satu malaikat untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu”
“Tapi di surga, apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa,ini cukup bagi saya untuk bahagia.” Demikian kata si bayi.
Tuhan pun menjawab,…. “Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan dan jadi lebih berbahagia”
Si bayipun bertanya kembali, …..”Dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepada – Mu?”
Sekali lagi Tuhan menjawab,….”Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa”
Si bayipun masih belum puas, iapun bertanya lagi, “Saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya?”
Dengan penuh kesabaran, Tuhan pun menjawab,…. “Malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwanya sekalipun.”
Si bayi pun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya, …..”Tapi saya akan kembali bersedih karena tidak melihat Engkau lagi”
Dan Tuhan pun menjawab, “Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku. Dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisimu.”
Saat itu surga begitu tenangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya, “Tuhan……. Jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku siapa nama malaikat di rumahku nanti?”
Tuhan pun menjawab, “Kamu dapat memanggil malaikatmu……… IBU…….  
Kenanglah ibu yang menyayangimu……
Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi……
Ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan dua selimut membalut tubuhmu…..
Ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu?.......
Dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit?........
Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau di lahirkan.
Kembalilah memohon maaf pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu
Jangan engkau biarkan kehilangan saat saat yang akan kau rindukan di masa datang. …….
Peluklah ibu yang selalu menyayangimu………..
Berikanlah yang terbaik untuk ibumu…………..
Kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya………….

Selamat Ulang Tahun IBU……
Semoga panjang umur, sehat selalu dan tetap bisa tersenyum melihatku dan keluargaku…..


.....سْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ.....
Ya Allah jadikanlah aku tunduk kepada orang tuaku
laksana tunduk dihadapan Penguasa,
dan berbakti orang mereka laksana ibu yang penyayang.
Jadikanlah ketaatanku dan baktiku kepada mereka lebih indah dimataku
dari pada tidur dikala mengantuk
dan lebih sejuk didadaku daripada meneguk air dikala dahaga.
sehingga keinginan mereka lebih kuutamakan daripada keinginanku
kudahulukan keridhoan mereka dari keridhoanku.

Ya Allah terhadap mereka rendahkanlah suaraku
indahkanlah tutur kataku, lunakkanlah hatiku
jadikanlah aku selalu menemani dan mengasihi mereka

Ya Allah berilah mereka balasan sebaik-baiknya
atas didikan mereka kepadaku
Berilah mereka balasan yang besar
atas kasih sayang yang mereka limpahkan atasku
peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku
dimasa kecilku
أَمِِيْن يَا رَبَّ العَالَمِينْ